dampak positif dan negatif diskriminasi harga
sebagianorang yang lemah jiwanya dan murah harga dirinya perbuatan 1 / 26. perbuatan dosa, dampak negatif diskriminasi akibat buruk dari sikap diskriminasi diantaranya adalah a karena hal tersebut termasuk perbuatan riya diskriminasi yang ada di dalam lagu lolipop itulah yang sangat di benci oleh allah swt 6 hikmah menghindari sikap
Biasnegatif: Lebih fokus dan sensitif pada informasi-informasi dan stimulus yang negatif dari pada positif. Bias optimistik: Predisposisi untuk mengharapkan sesuatu berjalan dengan baik. Pemikiran konterfaktual : membayangkan hasil lain dari pada yang faktual penyesalan. Kesalahan Dalam Kognisi Sosial
Berkembangsecara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. berkembangnya martabat dan harga diri serta kepentingan umum. BAB II. HAKIKAT BANGSA , negara, DAN WARGA negara . tumbuh dan berkembang serta perlindungan kekerasan dan diskriminasi.
DampakNegatif : · Dampak negativenya adalah, lahirnya cyber crime ( tindak kriminal dalam dunia cyber ). Ada banyak sekali jenis cyber crime dalam dunia maya dan cyber crime di Indonesia telah menuju ke level yang sangat mengkhawatirkan. Hal ini tidak perlu terjadi apabila manusia cerdas dalam menganggapi beragam perkembangan teknologi.
Menimbulkandefisit neraca pembayaran; dan pada akhirnya Mengakibatkan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. 3. Dampak inflasi menurunkan minat menabung Inflasi akan membuat minat menabung kebanyakan orang berkurang karena nilai uang yang yang terus menurun.
Site De Rencontre Femme Marocaine Gratuit. Dalam berbisnis, strategi penetapan harga yang tepat akan berpengaruh pada penjualan produk secara langsung. Ada banyak jenis model yang bisa dipilih, salah satunya adalah diskriminasi harga. Diskriminasi harga adalah strategi mikroekonomi yang banyak dijalankan oleh para produsen. Dalam diskriminasi harga, sebuah produk dijual dengan harga yang berbeda, di pasar yang berbeda. Jadi untuk satu produk yang sama, dua orang pembeli bisa mendapatkan harga berbeda. Tipe-tipe Diskriminasi Harga Ada 3 jenis diskriminasi harga yang sering ditemukan di pasaran, antara lain Diskriminasi Harga Tingkat I Pada model ini, penjual memasang harga tertinggi pada pelanggan, sesuai dengan jumlah yang sanggup mereka bayar. Diskriminasi Harga Tingkat II Dalam tipe diskriminasi harga ini, pelanggan dikenai biaya yang berbeda, tergantung pada kuantitas tertentu. Misalnya Tarif telepon semakin menurun setelah 10 menit waktu berbicara. Tarif listrik tergantung pada besaran daya dan konsumsi harian. Diskon atau poin yang diberikan oleh pengguna kartu yang memenuhi syarat tertentu. Diskriminasi Harga Tingkat III Diskriminasi Harga Kelompok Para pelanggan dikelompokkan berdasarkan atribut tertentu, misalnya latar belakang sosial dan ekonomi. Tipe ini adalah yang paling umum ditemukan di masyarakat. Contohnya sebagai berikut Diskon untuk murid sekolah, mahasiswa, atau karyawan. Harga paket wisata di peak season dan off-peak season. Harga spesial restoran saat jam makan siang. Keuntungan Diskriminasi Harga Hampir semua pelaku bisnis memberlakukan diskriminasi harga untuk meningkatkan penjualan dan memperbesar keuntungan mereka. Bagi produsen, inilah keuntungan diskriminasi harga yang bisa didapatkan. Peningkatan Pendapatan Diskriminasi perusahaan memiliki dua sisi yang berbeda. Bagi beberapa perusahaan, mereka masih tetap bertahan meski tidak mendapatkan keuntungan besar. Namun bagi beberapa perusahan lain, diskriminasi harga bisa saja merugikan mereka. Perusahaan transportasi adalah contoh yang bisa mendapatkan keuntungan dengan diskriminasi harga. Peningkatan Layanan Konsumen Jika diskriminasi harga bisa memberikan penambahan signifikan pada pendapatan perusahaan, mereka juga bisa meningkatkan layanan pada konsumen. Caranya dengan menggunakan hasil dari diskriminasi harga untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Memberikan Keuntungan pada Konsumen Tidak hanya bagi produsen, diskriminasi harga juga menguntungkan konsumen. Misalnya harga spesial yang diberikan untuk lansia. Umumnya pendapatan lansia lebih rendah dari pekerja aktif, sehingga mereka sangat terbantu dengan harga yang murah. Mengelola Permintaan Konsumen Perusahaan bisa melakukan pemerataan permintaan konsumen melalui diskriminasi harga. Misalnya dengan memberikan harga murah untuk tiket transportasi di pagi hari. Dengan demikian, secara tidak langsung perusahaan mendorong konsumen untuk bepergian di pagi hari agar mendapatkan harga murah. Hal ini bisa diterapkan untuk menghindari membeludaknya permintaan konsumen di siang atau malam hari. Kerugian Diskriminasi Harga Selain keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan di atas, diskriminasi harga juga bisa merugikan perusahaan dan konsumen. Harga Terlalu Tinggi untuk Beberapa Orang Jika ada konsumen yang merasa diuntungkan karena harga yang lebih rendah, tentu ada juga yang merasa dirugikan karena harus membayar lebih tinggi. Misalnya untuk konsumen yang harus membeli tiket pesawat di jam-jam sibuk, dimana harganya jauh lebih tinggi dibandingkan jam biasa. Hal ini bisa menyebabkan diskriminasi harga menjadi tidak efisien. Surplus Konsumen Menurun Adanya diskriminasi harga membuat surplus konsumen menurun dan menyebabkan kesenjangan yang semakin besar di masyarakat. Ini bisa terjadi jika perusahaan menerapkan diskriminasi harga tingkat pertama. Ketidakadilan bagi Konsumen Meski diskriminasi harga diterapkan berdasarkan kelompok sosial tertentu, konsumen masih bisa merasakan ketidakadilan. Misalnya saja orang dewasa dan lansia yang harus membayar dengan harga berbeda. Bisa jadi orang dewasa yang membayar lebih mahal adalah pengangguran, sementara lansia yang mendapatkan harga murah sangat kaya raya. Biaya Administratif Dalam penerapan diskriminasi harga, dimana konsumen dibagi ke dalam beberapa kelompok, diperlukan biaya yang besar. Biaya administratif yang dikeluarkan perusahaan bisa berdampak pada peningkatan harga produk. Penerapan Diskriminasi Harga Diskriminasi harga diterapkan oleh banyak industri dan perusahaan. Beberapa contoh penerapan diskriminasi harga adalah sebagai berikut Industri Transportasi Transportasi adalah industri terbesar yang menerapkan diskriminasi harga. Semua jenis transportasi, mulai dari darat, laut, dan udara memberlakukan harga yang berbeda-beda. Perbedaan harga didasarkan pada berbagai hal, seperti kelas, waktu bepergian, hingga usia. Ada pula perusahaan transportasi yang membedakan harga berdasarkan waktu pembelian tiket. Misalnya tiket kereta api yang dijual jauh lebih murah pada 2 jam sebelum keberangkatan, untuk rute-rute tertentu. Harga Retail Produsen bisa menjual produk mereka pada satu perusahaan retail yang sama di beberapa wilayah sekaligus. Perbedaan harga hanya didasarkan pada berapa banyak jumlah produk yang dibeli di wilayah tersebut. Kupon Pemberian kupon adalah cara produsen untuk membedakan mana konsumen mereka yang sensitif harga dan tidak sensitif harga. Konsumen yang rela mengumpulkan kupon demi kupon adalah mereka yang sensitif terhadap harga. Dengan demikian, produsen bisa menarik harga lebih tinggi pada konsumen yang tidak sensitif harga, alias tidak memiliki banyak kupon diskon. Harga Premium Harga premium yang diterapkan pada sebuah produk berarti produsen mengeluarkan biaya marginal lebih besar untuk produk tersebut dibandingkan dengan produk lain. Misalnya untuk sebuah harga kopi. Kopi “biasa” diberi harga standar, sementara kopi dengan label “premium” dijual dengan harga berkali-kali lipat dari kopi biasa. Model diskriminasi harga seperti ini sama seperti yang diterapkan untuk harga tiket pesawat dan minuman beralkohol premium. Penerapan diskriminasi harga ini bisa memberikan insentif tidak terduga bagi produsen, yaitu para konsumen yang rela membeli produk “premium” dan membayar dengan harga yang lebih mahal. Artikel Terkait Definisi Sensitivity Analysis Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost Apa Itu Contribution Margin? Apa Perbedaan NPF Non Performing Financing vs NPL Non Performing Loan Demikianlah artikel tentang apa itu price discrimination diskriminasi harga, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Dana BLSM Bantuan Langsung Sementrara Masyarakat yang dikucurkan pemerintah kepada keluarga miskin sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM tentu ada dampak positif dan negatifnya. Berikut ini dapat dipaparkan, yaitu 1. Dampak Positif Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan BLSM dari bentuk kompensasi harga BBM, yang bertujuan agar dapat membantu ekonomi menengah kebawahnya yang diperoleh dari hasil data yang lama berjumlah 15,5 Juta Rumah Tangga Miskin, tentu saja masyarakat ada yang setuju maupun tidak setuju akan adanya program BLSM tersebut. Beberapa ahli yang berpendapat bahwa BLSM dari perspektif yang berbeda. Para ahli yang pro atau yang setuju terhadap kebijakan BLSM atau dilihat dari manfaat BLSM, bahwa bantuan tersebut memiliki dampak positif antara lain18 a. Mendorong pengembangan modal manusia, meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas pekerja; 18. Aprian Jaelani, “ Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Kenaikan Harga BBM” Artikel, Tahun 2014 Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 103 b. Memungkinkan kelompok miskin melindungi dirinya dan asetnya, bahkan mempertahankan pendapatan jangka Panjangnya, seperti 1 Mengurangi risiko sosial 2 Memerangi diskriminasi dan membuka potensi ekonomi bias gender dalam pendidikan 3 Mendukung partisipasi kelompok miskin dalam pasar tenaga kerja karena pencarian kerja seringkali mahal dan berisiko c. Menstimulasi permintaan terhadap barang dan jasa lokal d. Menciptakan manfaat bagi kelompok-kelompok yang tidak diuntungkan karena reformasi ekonomi, seperti kompensasi bagi kelompok miskin dari pengurangan harga BBM. Program BLSM yang dilalukan pemerintah adalah untuk membatasi konsumsi BBM di tanah air, agar tidak terjadi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN, yang pada akhirnya akan menyebabkan membengkaknya beban subsidi pemerintah. Dimana langkah kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM ini tentu saja akan mendapatkan pro dan kontra di masyarakat, karena justru hal ini akan semakin membebani dan mempersulit masyarakat yang hidup di kalangan menengah ke bawah disaat kemiskinan di negeri ini masih belum bisa diatasi. Bantuan Langsung Sementara untuk Masyarakat, yang selanjutnya disebut BLSM merupakan program pemberian bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sasaran RTS yang ditetapkan Pemerintah dalam rangka kompensasi atas kenaikan harga BBM yang terjadi pada 22 Juni 2013 pada jam Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi, dari Rp menjadi Rp untuk jenis Bensin dan menjadi untuk jenis solar. Kenaikan tersebut sangat dirasakan dampaknya bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kenaikan tersebut didasari atas beberapa faktor, antara lain karena volume BBM subsidi semakin meningkat serta membengkaknya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN akibat besarnya anggaran untuk BBM bersubsidi. Untuk itu pemerintah telah memperkuat dana untuk program percepatan dan perluasan perlindungan sosial sebesar Rp12,5 triliun dalam RAPBN-Perubahan 2013, hal ini sebagai kompensasi kepada masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Dana sebesar Rp12,5 triliun tersebut, digunakan sebagai subsidi beras, untuk keluarga miskin raskin sebesar Rp 4,3 triliun, Bantuan untuk Siswa Miskin BSM Rp7,5 triliun dan Program Keluarga Harapan PKH Rp700 miliar. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk program kompensasi khusus berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM Rp 11,6 triliun dan penambahan dana untuk program infrastruktur dasar irigasi dan air bersih Rp 6 triliun. Pemerintah Indonesia meyakini tindakan ini adalah penting untuk menyelamatkan fiskal negara, meskipun pemerintah juga meyakini bahwa ini adalah keputusan yang sulit bagi pemerintah. BLSM diberikan kepada Rumah Tangga Sasaran RTS yaitu Rumah Tangga Miskin RTM yang ditandai dengan Kartu Perlindungan Sosial. Pemerintah mengucurkan dana BLSM Bantuan Langsung Sementrara Masyarakat sebesar per kepala keluarga. Dengan adanya BLSM ini diharapkan dapat sedikit mengurangi angka kemiskinan yang ada di Indonesia. Pemerintah sangat serius dalam melaksanakan program bantuan langsung tunai ini, hal tersebut terlihat dari intruksi langsung Presiden SBY kepada para kabinetnya untuk tidak melakukan kunjungan ke luar negri dan para menteri terkait agar memantau langsung ke lapangan, jalannya pembagian BLSM agar tepat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pemberian bantuan langsung sementara masyarakat BLSM akan sangat membantu masyarakat kurang mampu 19. Amri Arrusdiprogram, “Blsm yang Menuai Pro Kontrauniversitas”, Makalah, Jenderal Soedirman, Tahun 2014, h 4. Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 105 yang terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. “Berdasarkan pengalaman di 2005 dan 2008, uang itu justru membantu pemenuhan kebutuhan pokok. Justru itu bukan sesuatu yang negatif”. Armida mengatakan pemerintah akan terus memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan BLSM, karena pemberian kompensasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menekan tingkat kemiskinan dan bukan bagian dari pencitraan politik. “Kalau sudah dijelaskan lebih detail, saya rasa akan paham semuanya dan tidak usah dikhawatirkan dampak yang seakan-akan ini politik, padahal tidak,” katanya. Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM akan dirasakan masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah paling tidak selama lima bulan, dan dalam jangka waktu itu pemerintah memberikan BLSM. “Bantuan ini akan berdampak positif secara langsung bagi masyarakat miskin dalam menjaga daya beli dan tingkat konsumsinya,” kata Armida. Pemerintah telah memperkuat dana untuk program percepatan dan perluasan perlindungan sosial sebesar Rp12,5 triliun, sebagai kompensasi kepada masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Alokasi sebesar Rp12,5 triliun tersebut, digunakan untuk subsidi beras untuk keluarga miskin raskin sebesar Rp4,3 triliun, Bantuan untuk Siswa Miskin BSM Rp7,5 triliun dan Program Keluarga Harapan PKH Rp0,7 triliun. Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk program kompensasi khusus berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM Rp11,6 triliun untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran selama lima bulan dan penambahan dana untuk program infrastruktur dasar irigasi dan air bersih Rp 6 triliun. Mekanisme penyaluran BLSM tersebut dilakukan di kantor pos seluruh Indonesia dan akan diberikan sebesar per bulan selama lima bulan setelah kenaikan harga premium dan solar berlaku. Pemberian BLSM tersebut akan dilakukan dua kali, pada Juli sebesar per rumah tangga sasaran dan pada September disalurkan sebanyak per rumah tangga sasaran. Semua penyaluran program kompensasi tersebut dilakukan menggunakan kartu perlindungan sosial yang dicetak pemerintah, kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran dengan status sosial ekonomi terendah dalam basis data terpadu. Pendistribusian kartu dan penyaluran bantuan ke masyarakat akan melibatkan koordinasi tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, kepala desa, pendamping sosial dan aparat terkait lainnya di BLSM diluncurkan oleh pemerintah mulai 22 Juni 2013 dan diberikan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran RTS dengan besaran Rp per bulan selama empat bulan. Tujuan program BLSM ini, antara lain 1. Membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. 2. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. 3. Meningkatkan tanggung jawab sosial Program BLSM ini sudah lancar diimplementasikan secara makronya. Seperti Lembaga Penelitian SMERU bekerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan TNP2K melaksanakan pemantauan cepat terhadap pelaksanaan BLSM penyaluran pertama. Akan tetapi untuk mendapatkan bantuan tersebut masyarakat tentunya harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang diberikan pemerintah. Pemantauan kualitatif ini dilakukan di empat kecamatan yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Utara, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Karawang, dan Kota Bandung pada minggu ke empat Juli 2013. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa BLSM telah terlaksana dengan lancar tanpa mengalami kendala dan konflik sosial yang berarti. Angka inclusion error yang sangat rendah menunjukkan bahwa program 20. Satyagraha, Editor; Ruslan Burhani “BLSM dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu”, Artikel, Tahun 2013. 21 Anonymous, “Bantuan Langsung Sementara Masyarakat” Artikel, Biro Humas Setda Prov. Sumbar, 2013. Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 107 ini menyasar target yang tepat, namun angkaexclusion error masih tinggi. Rumah tangga menerima dana bantuan secara penuh tanpa potongan, melalui mekanisme pencairan yang umumnya mudah. Akan tetapi, pelaksanaan program yang cenderung mendadak, membuat informasi tentang tata kelola program kepada publik, khususnya pemerintah daerah, terbatas dan terlambat. Dari hasil evaluasi kebijakan BLSM ini Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan mencatat sebesar 88,40 persen atau rumah tangga sasaran sudah bisa menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sejak program itu diluncurkan pada tanggal 21 Juni 2013. Data tersebut tercatat hingga 25 Juli dan jumlah penyerapan tersebut sudah cukup tinggi dan dibagikan di seluruh provinsi,” kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan TNP2K. Hal itu diimformasikan saat dirinya menyampaikan evaluasi pelaksanaan pembagian Kartu Perlindungan Sosial BLSM dan program perlindungan sosial lain sebagai bagian kompensasi kenaikan harga BBM. Dikatakannya, sementara Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM yang belum terserap sebesar 11,60 persen atau rumah tangga sasaran RTS. Karena disebabkan masyarakat masih belum mengambil atau juga mereka sudah merasa kaya sehingga tidak memerlukan BLSM. Untuk BLSM yang belum terserap, pemerintah daerah masih diberi kesempatan untuk memperbaharui data RTS yang berhak menerima hingga akhir Agustus 2013. “Jika nanti tidak terserap juga maka dananya harus dikembalikan lagi ke negara,” kata Bambang. Diakuinya peluncuran Kartu Perlindungan Sosial KPS yang diikuti pelaksanaan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM menjadi sorotan utama masyarakat. Meskipun pelaksanaannya jauh lebih baik dibanding pembagian Bantuan Langsung Tunai BLT tahun 2005 dan 2008, tidak dapat dipungkiri masih terdapat sejumlah masalah di lapangan, terutama terkait ketepatan sasaran. Esensi ketepatan sasaran pendistribusian Kartu Perlindungan Sosial untuk selanjutnya disingkat KPS sebagai salah satu syarat untuk memperoleh dana BLSM dan pembagian BLSM adalah memastikan bahwa KPS yang diterima oleh yang berhak. Jika tidak sampai kepada yang berhak maka KPS harus dikembalikan kepada aparat desa/kelurahan dan selanjutnya dilakukan mekanisme musyawarah desa/kelurahan untuk menentukan Rumah Tangga Sasaran RTS yang berhak. Menteri Dalam Negeri melalui Instruksi Nomor 541/3150/SJ sudah menjelaskan peran pemerintah Daerah mulai dari gubernur, bupati/walikota, camat hingga lurah/kepala desa dan pendistribusian KPS termasuk mekanisme pengaduan dan pemutakhiran data penerima KPS/ 2. Dampak Negatif Kebijakan pemerintah untuk menaikan Harga BBM dengan dalih penghematan APBN, pemerintah tega menjadikan rakyat sebagai korban. Betapa tidak, sebelum kebijakan itu disahkan, harga-harga kebutuhan pokok sudah lebih dulu naik. Sebagai pelipur lara’, pemerintah mengucurkan dana BLSM Bantuan Langsung Sementrara Masyarakat sebesar per kepala keluarga. Pemerintah berharap, dampak naiknya harga BBM bisa diredam dengan BLSM, Raskin, Bantuan Siswa Miskin, Program Keluarga Harapan dan program infrastruktur dasar khususnya di pedesaan. Ternyata, BLSM bukannya memberikan solusi, malah menimbulkan permasalahan yang baru, yaitu Pertama, Penyalurannya dinilai tidak tepat sasaran. Tidak tepat sasaran diduga karena sistem data yang kurang akurat. Banyak penerima yang ternyata sudah meninggal, 22. Aprian Jaelani, “ Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Kenaikan Harga BBM” Artikel, Tahun 2014 Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 109 atau bahkan tidak terkategori miskin. Sehingga tidak tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan yang benar-benar miskin. Kedua, Kebijakan BLSM bernuansa politis. Kebijakan mengucurkandana langsung kepada masyarakat sanagt rentan ditunggangi kepentingan politik tertentu. Bahkan bisa jadi sebagai bentuk suap’ kepada rakyat untuk mendapatkan citra yang positif. Apalagi dalam menghadapi pemliu 2014. Ketiga, BLSM tak memberikan solusi, tidak bisa mencegah inflasi. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menjelaskan pemberian kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi tidak akan meredam dampak inflasi, yang bisa muncul dari kenaikan harga BBM. Keempat, berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat meski skalanya terbatas. Salah satunya seperti yang terjadi di Purewkerto, Anggota DPRD Banyumas Yoga Sugama mengungkapkan konflik sosial mulai terjadi dalam pelaksanaan penyaluran BLSM. Kondisi desa yang tadinya adem ayem, sekarang mulai menghangat, karena banyaknya protes warga yang tidak memperoleh BLSM. Pemerintah seharusnya belajar dar kegagalan program BLT yang pernah dikocorkan beberapa tahun lalu. Banyak pihak menilai bahwa sistem bantuan langsung sangat tidak efektif dan tidak mendidik dalam memecahkan masalah kemiskinan. BLSM dengan sistem yang sama, akan mendulang hasil yang sama. Lihat saja, besaran BLSM pun minim dibandingkan naiknya biaya yang harus ditanggung. Begitu harga BBM naik rata-rata 33,3 % premium naik 44,4 % dan solar naik 22,3 %, ongkos transportasi pun naik rata-rata 20 – 35 persen. Naiknya ongkos transportasi dibarengi oleh lonjakan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. BLSM kiranya lebih pantas disebut sebagai Bantuan Langsung Sengsarakan Masyarakat. Lebih dari itu, meski harga BBM dinaikkan namun subsidi tetap saja dalam angka Rp 120 triliun - akibat konsumsi meningkat. Lalu ditambah BLSM menjadi sekitaran Rp 180 triliun. Rupanya kebijakan member subsidi hanyalah akal-akalan. Kenaikan harga BBM tidak menghapus subsidi. Peluang pencurian dan korupsi serta penyelundupan BBM menjadi hal yang dapat dilestarikan dan dilanjutkan. Harus mempertanyakan, sebenarnya ada apa dibalik kebijakan ini? Benarkah kebijakan BLSM ini adalah kebijakan yang pro rakyat? Ataukah kebijakan yang sebenarnya tidak pro rakyat bahkan mengandung kebohongan publik?. Dengan riuhnya kontraversi BBM dan BLSM, kebanyakan orang lupa bahwa pemeliharaan dan peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan kewajiban Pemerintah sesuai dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. BLSM adalah hak masyarakat, bukan kebaikan hati atau sogokan politik, tapi tanggung-jawab Pemerintah pasal 4. Kewajiban pemerintah untuk melakukan Catur Program Kesejahteraan Sosial, yakni rehabilitasi, pemberdayaan, perlindungan dan jaminan sosial pasal 6. Jadi, kebijakan semacam ini seharusnya bukan kebijakan pelipur lara, tapi merupakan kebijakan yang wajib dilakukan oleh pemerintah kepada Program BLSM terkesan untuk mencari simpati masyarakat menjelang pemilu tahun 2014. Masyarakat mengharapkan jangan sampai bantuan tersebut di politisir demi keuntungan suatu kelompok tertentu. Pemerintah seharusnya belajar dari kegagalan program BLT yang pernah dikocorkan beberapa tahun lalu. Banyak pihak menilai bahwa sistem bantuan langsung sangat tidak efektif dan tidak mendidik dalam memecahkan masalah kemiskinan. BLSM dengan sistem yang sama, akan mendulang hasil yang sama. Lihat saja, besaran BLSM pun minim 23. Aprian Jaelani, “ Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Kenaikan Harga BBM” Artikel, Tahun 2014 Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 111 dibandingkan naiknya biaya yang harus ditanggung. Begitu harga BBM naik rata-rata 33,3 % premium naik 44,4 % dan solar naik 22,3 %, ongkos transportasi pun naik rata-rata 20 – 35 persen. Naiknya ongkos transportasi dibarengi oleh lonjakan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. BLSM kiranya lebih pantas disebut sebagai Bantuan Langsung Sengsarakan Masyarakat. Lebih dari itu, meski harga BBM dinaikkan namun subsidi tetap saja dalam angka Rp 120 triliun – akibat konsumsi meningkat. Lalu ditambah BLSM menjadi sekitaran Rp 180 triliun. Dengan riuhnya kontraversi BBM dan BLSM, kebanyakan orang lupa bahwa pemeliharaan dan peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan kewajiban Pemerintah sesuai dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. BLSM adalah hak masyarakat, bukan kebaikan hati atau sogokan politik, tapi tanggung-jawab Pemerintah pasal 4. Kewajiban pemerintah untuk melakukan Catur Program Kesejahteraan Sosial, yakni rehabilitasi, pemberdayaan, perlindungan dan jaminan sosial pasal 6. Jadi, kebijakan semacam ini seharusnya bukan kebijakan pelipur lara, tapi merupakan kebijakan yang wajib dilakukan oleh pemerintah kepada Selama ini, pemerintah selalu mengklaim bahwa kebijakannya disetujui oleh rakyat, karena para wakil rakyat di DPR MPR mnyetujuinya. Padahal kebijakan kenaikan harga BBM itu bertentangan dengan aspirasi mayoritas masyarakat yang tidak ingin harga BBM dinaikkan. Hal itu terungkap dalam hasil survey Lingkaran Survei Indonesia LSI terhadap 1200 responden yang dilakukan pada 18 Juni, selepas rapat paripurna pengesahan RAPBN-P 2013 di DPR. Hasil survey itu menunjukkan, 79,21 persen tak setuju kenaikan harga BBM. Sebanyak 19,1 persen tidak tahu dan hanya 1,69 persen yang setuju kenaikan harga BBM Republika, 24/6. Tapi tetap saja, pemerintah mengklaim bahwa kenaikan harga 24. Satyagraha, Editor; Ruslan Burhani “BLSM dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu”, Artikel, Tahun 2013. BBM itu adalah demi rakyat, sebab disetujui oleh para wakil rakyat. Pemerintah pun lebih sayang kepada para kapitalis asing daripada kepada rakyat. Pemerintah lebih senang membayar hutang kepada asing daripada memberikan kesejahteraaan epada rakyatnya. Ternyata hal ini memang sesuai dengan skenario Memorandum of Economic dan Financial Policies atau LoI dengan IMF tahun 2000. Juga untuk memenuhi apa yang disyaratkan bagi pemberian utang Bank Dunia seperti tercantum dalam Indonesia Country Assistance Strategy tahun 2001. Semua itu agar sempurna liberalisasi migas untuk kepentingan bisnis asing. Hal itu ditegaskan oleh Purnomo Yusgiantoro, menteri ESDM kala itu, “Liberalisasi sektor hilir migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas. Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi pemerintah. Sebab kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk. Jelaslah bahwa bahwa keputusan kenaikan harga BBM berikut kebijakan BLSM tak sesuai aspirasi rakkyat, tapi sesuai dengan aspirasi para politisi partai pengusungnya. hal ini akibat sistem demokrasi dan kapitalisme yang melahirkan kebijakan penguasa dan politisi tidak demi rakyat dan mengabaikan aspirasi rakyat. Kebijakan lebih demi kepentingan elit, pemilik modal, dan kapitalis asing. Kebijakan BLSM ini berpendapat Bagi kelompok yang kontra terhadap program BLSM, secara filosofis BLSM telah menempatkan masyarakat sebagai pengemis dan tidak menempatkan masyarakat secara bermartabat atau berdaya, bahkan masyarakat harus menanggung kenaikan harga-harga di sektor lainnya, misalnya biaya transportasi, sembilan kebutuhan pokok. Asumsi pemerintah melakukan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk menyehatkan anggaran adalah tidak tepat, sebenarnya cara penghematan lain dapat dilakukan pemerintah, Dana BLSM Dalam Menanggulangi Kenaikan harga 113 misalnya pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur, yang dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu BLSM juga di prediksikan sulit untuk mencapai tujuan awalnya. BLSM dapat menjadi benteng inflasi bagi masyarakat miskin jika BLSM tersebut dibelanjakan secara Dampak dari kenaikan harga BBM itu, dipastikan harga pangan akan naik, sehingga beban kehidupan masyarakat akan semakin berat. Kenaikan harga BBM dipastikan akan berpengaruh pada harga sembako. Dengan demikian, daya beli masyarakat akan menurun. Padahal, sembako adalah kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari. “Kalau BBM sudah naik, pasti beras naik, minyak goreng naik, gula naik, dan barang-barang lainnya juga naik,”. kenaikan harga BBM yang akan dilakukan karena seolah-olah pemerintah tak punya opsi lain. Padahal, jika pemerintah mau serius, masih ada opsi lain yang bisa ditempuh agar harga BBM tidak terus naik. Kesimpulannya, manajemen energi Indonesia memang butuh banyak pembenahan. Opsi yang seharusnya dilakukan pemerintah sejak dulu, adalah mengolah minyak hasil dalam negeri sendiri, terutama untuk minyak tanah dan premium. Sudah saatnya mengolah minyak tanah sendiri. Indonesia harus punya banyak mesin pengolahan minyak. APBN kita yang sebesar Triliun cukup untuk itu. Ini untuk kepentingan jangka panjang. Sejumlah kebutuhan pokok khususnya pangan di berbagai daerah sejak ditundanya kenaikan harga BBM pekan ini mulai menunjukkan kenaikan. Kebutuhan pangan, seperti cabai, beras, bawang merah dan putih, daging dan telur ayam, gula pasir, naik sekitar 30-75% bahkan bisa mencapai dua kali lipat dengan kalau dilihat dari faktor musim dan yang meningkat tajam adalah cabai keriting dan cabai merah dengan lonjakan harga hingga mencapai dua kali lipat. Praktek nya dalam ilmu-25. Aprian Jaelani, “ Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Kenaikan Harga BBM” Artikel, 2014 ilmu Ekonomi, harga merupakan salah satu faktor utama meskipun bukan faktor satu-satunya yang mempengaruhi pilihan pembeli. Harga menjadi faktor utama pilihan pembeli semakin terlihat di antara kelompok-kelompok miskin. Namun, harga bukan menjadi faktor utama pilihan pembeli bagi masyarakat yang mampu/kaya. Namun, teori ini hanya berlaku bagi produk-produk di luar kebutuhan bahan pangan. Untuk kebutuhan bahan pangan yang termasuk kebutuhan primer, akan memiliki dampak garis lurus dengan turunnya pembelian pada kebutuhan sekunder dan pertumbuhan ekonomi. Situasi pasar dan kondisi pasar yang tidak stabil terlihat beberapa gambaran, yaitu Pertama, Jika harga barang primer meningkat, sementara pendapatan tetap, akan men
- Sikap etnosentris atau etnosentrisme tentunya pernah atau sering terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Etnosentris menilai jika budaya, agama, ras atau golongan kelompoknya jauh lebih baik dibanding kelompok itu etnosentris? Pengertian etnosentris Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, etnosentris diartikan sebagai bersifat etnosentrisme atau sikap yang berlandaskan pada kelompok atau kebudayaannya sendiri. Umumnya sikap etnosentris juga diikuti dengan sikap atau pandangan yang meremehkan kelompok lainnya, karena menggangap kelompoknya jauh lebih baik. Mengutip dari Cambridge Dictionary, etnosentris atau yang dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai ethnocentric ialah rasa percaya jika orang, adat istiadat, tradisi, ras atau kebangsaan miliknya jauh lebih baik dibanding lainnya. Baca juga Arti Penting Melaksanakan Sikap Toleransi Penyebab etnosentris Menurut Diana Ariswanti Triningtyas dalam buku Konseling Lintas Budaya 2019, etnosentris atau etnosentrisme terjadi ketika seseorang melihat kebudayaan lain melalui kebudayaan orang itu sendiri. Sehingga timbul perbandingan dan kesan merendahkan kebudayaan lainnya. Ada dua penyebab utama etnosentris atau etnosentrisme, yakni Sejarah Sejarah bisa mempengaruhi sikap kelompok tertentu dalam memandang kelompok lainnya. Misalnya rasa nasib sepenanggungan atau ternyata dahulu antar kelompok pernah terlibat konflik atau lain sebagainya. Tidak hanya itu sejarah juga bisa membentuk identitas suatu kelompok. Identitas ini kemudian menjadi ciri khas suatu kelompok dan membedakannya dengan kelompok lain. Contohnya kebiasaan, tata cara berbahasa, dan lain sebagainya. Pluralitas bangsa Pluralitas bisa diartikan sebagai kemajemukan. Artinya dalam satu bangsa masyarakatnya berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Misalkan dari suku, agama, kelompok sosial atau golongan yang berbeda. Tanpa disadari, kemajemukan ini bisa menimbulkan sikap etnosentris. Karena perbedaan sering membuat orang merasa bahwa kelompoknya jauh lebih baik dibanding kelompok lainnya. Sehingga konflik lebih sering terjadi jika tidak disikapi dengan baik. Baca juga Contoh Pelaksanaan Toleransi Dampak etnosentris Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, etnosentris atau etnosentrisme sebenarnya tidak bisa selalu dipandang buruk atau memberi dampak negatif. Karena ada kalanya sikap ini bisa membawa dampak positif pula. Contohnya saat terjadi konflik antar kelompok, adanya etnosentrisme bisa menguatkan dengan memberi dukungan pada satu kelompok dengan kelompok lainnya. Selain itu, etnosentris juga memiliki dampak positif dan negatif lainnya. Berikut penjelasannya Dampak positif etnosentrisme Dampak negatif etnosentrisme Menguatkan suatu kelompok yang sama karena memiliki latar belakang sejarah yang serupa Sering menyebabkan konflik antar individu atau antarkelompok karena memandang rendah kelompok lainnya Menumbuhkan semangat mencintai kebudayaan sendiri Menghambat proses asimilasi atau peleburan kebudayaan Menjaga keaslian dan keutuhan budaya Terjadinya diskriminasi pada bidang tertentu Meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam suatu kelompok Bisa memunculkan aliran politik tertentu Contoh sikap etnosentris Berikut beberapa contoh sikap etnosentris, yaitu Adanya kebudayaan Carok yang berasal dari Madura. Adanya konflik antara suku Madura dan Dayak. Tindakan bullying jika ada teman yang berasal dari luar pulau Jawa. Kebiasaan memakai pakaian adat di beberapa daerah di Indonesia. Terjadinya perang antara suku Asmat dan suku Dani. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Pernahkan Anda mendengar istilah dumping? Istilah dumping mungkin terdengar asing bagi masyarakat umum. Padahal tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai praktik ini. Kita sering menganggap Dumping sebagai kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian dan menghambat perdagangan internasional. Secara singkat, dumping adalah sistem penjualan barang di pasaran luar negeri dalam jumlah banyak dengan harga yang rendah sekali. Praktik ini biasanya dilakukan dengan tujuan menghancurkan persaingan yang terjadi di luar negeri. Sebenarnya apakah itu kebijakan dumping serta bagaimana regulasinya? Simak artikel ini sampai habis! Daftar Isi Pengertian Dumping Adalah Tujuan Dumping Menghabiskan stok barang Mengungguli kompetitor Memperluas pangsa pasar Keuntungan Membantu negara lain Memacu perusahaan untuk lebih inovatif dan kompetitif Menambah devisa Kerugian Merusak tatanan harga produk sejenis di negara importir Mematikan kompetitor lain Potensi kebangkrutan eksportir Kasus Negara yang Melakukan Praktik Dumping Kebijakan di Indonesia tentang Praktik Dumping Penutup Pengertian Dumping adalah Dumping adalah suatu istilah dalam sektor ekonomi dan bisnis untuk menggambarkan kebijakan penjualan produk di luar negeri, tetapi produk tersebut dijual dengan harga lebih rendah daripada di negara asal barang tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pengertian dumping adalah sistem penjualan barang di pasaran luar negeri dalam jumlah banyak dengan harga yang rendah sekali dengan tujuan agar harga pembelian di dalam negeri tidak diturunkan sehingga akhirnya dapat menguasai pasaran luar negeri dan dapat menguasai harga kembali. Baca juga Memilih Sistem HRM yang Pas untuk Perusahaan Tujuan Dumping Suatu perusahaan di suatu negara melakukan dumping tidak semata-mata hanya untuk menambah konsumen. Terdapat beberapa tujuan yang mendasari mereka melakukan praktik dumping. Berikut kami rangkum beberapa tujuannya Menghabiskan stok barang Ada kalanya suatu negara mengalami kelebihan produksi suatu komoditas. Kelebihan terjadi apabila ternyata hasil produksi tersebut masih tersisa banyak di saat kebutuhan dalam negeri untuk produk tersebut sudah terpenuhi. Stok komoditas atau produk ini mau tidak mau perusahaan harus mengekspor ke luar negeri agar perusahaan tidak merugi dengan menyimpan stok. Optimalkan stok komoditas Anda dengan aplikasi inventaris barang yang dapat efektifkan pengelolaan stok di setiap lokasi. Mengungguli kompetitor Selain diferensiasi, cost leadership menjadi salah satu strategi yang pelaku bisnis gunakan untuk memenangi persaingan di industri. Dengan harga yang lebih murah, otomatis negara importir ingin membeli produk tersebut. Memperluas pangsa pasar Sumber Dengan praktik dumping yang membuat harga produk menjadi lebih murah di luar negeri, maka produk eksportir akan memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Hal ini karena dengan harga yang murah, produk tersebut dapat menjangkau seluruh negara yang membutuhkan produk tersebut. Baca Juga Daftar 17 Software ERP Terbaik di Indonesia Yang Wajib Diketahui pada Tahun 2021 Keuntungan Praktik Dumping Dalam pelaksanaan praktiknya, dumping dapat memberikan keuntungan, seperti peningkatan terhadap pendapatan eksportir. Berikut penjelasan mengenai keuntungan yang didapat melalui praktek dumping. Membantu negara lain Menjual produk di luar negeri dengan harga yang lebih murah dapat menjadi salah satu bantuan untuk negara yang mengalami krisis. Misalkan suatu negara mengalami krisis sebuah komoditas dan tidak mampu memproduksi komoditas tersebut, satu-satunya cara adalah dengan melakukan impor. Kemudian di saat yang bersamaan ada pula negara yang mengalami over-production atau kelebihan dalam memproduksi suatu komoditas. Di saat kebutuhan dalam negerinya telah terpenuhi, maka perusahaan ataupun negara harus mengekspor kelebihan komoditas ini daripada menyimpan dan akhirnya rusak begitu saja. Pada kasus seperti inilah dumping bermanfaat untuk membantu negara dalam krisis. Negara yang mengalami krisis dapat mengimpor komoditas dari negara yang mengalami kelebihan produksi dengan harga yang lebih murah, sehingga negara kelebihan produksi pun dapat menjual kelebihan komoditas lebih banyak dan mencegah kerugian. Memacu perusahaan untuk lebih inovatif dan kompetitif Persaingan dagang merupakan satu hal alami yang memang ada dalam ekonomi. Apalagi sudah dalam ruang lingkup internasional, yang mana wilayahnya yang luas membuat pesaing juga semakin banyak. Karena itu perusahaan dituntut untuk lebih kompetitif dalam mendapatkan pangsa pasar. Praktik diskriminasi harga ini membuat harga pasaran ekspor menjadi lebih rendah, karena secara tidak langsung apabila suatu negara menawarkan barang dumping, maka negara lain yang menawarkan komoditas sejenis dengan harga normal tidak akan dapat bersaing. Sehingga satu-satunya cara adalah perusahaan produksi harus inovatif untuk membuat produk tersebut. Menambah devisa Tentu saja, kegiatan perdagangan internasional akan menambah pendapatan devisa bagi negara yang melakukan ekspor. Akibat efek dumping harga jual luar negeri menjadi lebih murah, maka komoditas tersebut akan terjual lebih banyak sehingga akan menambah pendapatan yang besar pula, baik bagi negara dan juga bagi eksportir itu sendiri. Baca Juga Letter of Credit Adalah Dokumen Penjamin Keamanan Ekspor-Impor Kerugian Praktik Dumping Tidak hanya memberikan keuntungan, praktik ini juga dapat menimbulkan kerugian seperti munculnya diskriminasi harga terhadap suatu produk. Kerugian tidak hanya akan dialami oleh pihak eksportir, namun juga akan dirasakan oleh pihak importir. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang kerugian dari praktik dumping. Merusak tatanan harga produk sejenis di negara importir Produk impor dumping yang beredar di suatu negara harganya jauh lebih murah jika kita bandingkan dengan produksi asli negara tersebut untuk barang sejenis. Karenanya diskriminasi harga secara tidak langsung menekan produsen-produsen dalam negeri untuk mematok harga sekitaran harga produk dumping. Apabila produsen dalam negeri menjual produk sejenis dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan modal produksi, tentu saja mereka akan kalah dalam persaingan harga. Sehingga untuk bersaing, mau tidak mau mereka harus memangkas harga produk tersebut. Mematikan kompetitor lain Dengan terjadinya persaingan harga yang tidak sehat di pasar luar dan dalam negeri, produsen lokal harus memangkas harga serendah mungkin untuk dapat bersaing dengan produk impor dumping. Namun, apabila produsen dalam negeri tidak mampu bersaing dengan barang dumping, akhirnya hanya produk dumping lah yang menguasai pasar dan mematikan kompetitor lain di industrinya. Potensi kebangkrutan eksportir Selain dengan margin yang tipis, tak jarang eksportir mengekspor produknya menggunakan dumping, yang mana harganya bahkan jauh di bawah biaya produksi. Mungkin di awal akan sangat menguntungkan karena terlihat eksportir memperoleh banyak keuntungan. Namun lama-kelamaan eksportir memiliki potensi yang besar untuk mengalami kebangkrutan akibat diskriminasi harga yang terlalu ekstrim. Hal ini terjadi karena eksportir menjual barangnya terlalu murah bahkan hingga Ia tidak mampu untuk menutup biaya produksi. Kasus Negara yang Melakukan Praktik Dumping Sumber Praktik dumping ini salah satunya terjadi pada Indonesia yang mengimpor besi dan baja dari Cina. Salah satu produk besi dan baja yang dicurigai adalah baja lapis aluminium dan seng. Berdasarkan data KADI, selama tiga tahun terakhir total impor Indonesia untuk produk BJLAS asal China dan Vietnam meningkat sebesar 27%. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia, Ismail Mandry, besi dan baja impor yang dikenai praktik dumping menjadi salah satu penyebab tingkat utilitas produksi besi dan baja nasional hanya berkisar 50% dari kapasitas terpasang. Pada Februari 2020, Komite Anti Dumping Indonesia KADI telah mengeluarkan notifikasi awal kepada pemerintah China mengenai inisiasi penyelidikan anti dumping terhadap dua produk impor asal negara tersebut, yakni hot rolled coil/plate HRC/P paduan dan lysine. Pemerintah memperkirakan produk tersebut masuk ke pasar dalam negeri dengan memanfaatkan metode pengalihan HS. Baja paduan sesungguhnya atau special steel sendiri seharusnya memiliki harga jual yang tinggi karena hanya industri-industri tertentu saja yang menggunakan bahan baku tersebut. Kebijakan di Indonesia tentang Praktik Dumping Indonesia telah mengatur beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai anti dumping, di antaranya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pada Bab IV Bagian Pertama Pasal 18 dan Pasal 19. Namun, peraturan tersebut telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 pada Bab IV dengan judul Bea Masuk Antidumping, Bea Masuk Imbalan, Bea Masuk Tindakan Pengamanan, dan Bea Masuk Pembalasan,tepatnya pada subjudul Bea Masuk Antidumping. Pasal 18 dan Pasal 19 UU 10/1995 mengatur sebagai berikut Pasal 18 UU 10/1995 Bea Masuk Anti Dumping dikenakan terhadap barang impor dalam hal Harga ekspor dari barang tersebut lebih rendah dari nilai normalnya; dan Impor barang tersebut Menyebabkan kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut; Mengecam terjadinya kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut; dan Menghalangi pengembangan industri barang sejenis di dalam negeri. Pasal 19 UU 10/1995 Bea Masuk Anti Dumping dikenakan terhadap barang impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 setinggi-tingginya sebesar selisih antara nilai normal dengan harga ekspor dari barang tersebut. Bea Masuk Anti Dumping sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan tambahan dari Bea Masuk yang dipungut berdasarkan Pasal 12 ayat 1. Selain itu, terdapat pula Peraturan Pemerintah PP no. 34 Tahun 2011 yang mengatur tentang Anti Dumping, Tindakan Imbalan dan Tindakan Pengamanan Perdagangan. Penutup Kebijakan dumping adalah sistem penjualan barang di pasaran luar negeri dalam jumlah banyak dengan harga yang rendah sekali. Praktik ini sebenarnya memiliki tujuan yang dapat membantu eksportir, namun dalam kenyataannya, diskriminasi harga ini dapat memberikan dampak yang buruk kepada negara importir apabila terjadi dalam jangka panjang dan berlebihan. Software supply chain management dari HashMicro mampu mengotomatiskan proses supply chain bisnis Anda. Tingkatkan efisiensi rantai pasokan, efisiensi manajemen gudang, siklus pengiriman yang teratur dan tepat waktu, serta rancang perkiraan penjualan untuk bisa mengikuti pasar yang fluktuatif dengan satu sistem yang terpusat dan terintegrasi. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jessica Wijaya writer with a passion for business, technology and innovation. Always writing with the goal of creating thought provoking contents that are helpful for the masses.
Diskriminasi harga mengarah pada pemakaian harga yang berbeda pada produk atau jasa yang sama, kepada pelanggan atau pemasaran yang berbeda. Diskriminasi harga terjadi ketika produk yang akan dijual kepada konsumen menggunakan harga yang berbeda-beda. Biaya produksi yang digunakan sama, bila ada perbedaan dalam biaya produksi tidak akan memiliki perbedaan yang jauh. Profit oriented sudah menjadi tujuan utama bagi setiap penjual, hal ini yang menjadi alasan diskriminasi harga diterapkan dalam dunia bisnis yang diperoleh dari laba yang didapatkan dari konsumen. Dengan tidak mengesampingkan kualitas dari produk itu sendiri produsen juga harus menjamin keamanan produk yang mereka ciptakan sehingga tidak menghilangkan kepercayaan konsumen. Kontributor Ika Risani Apakah diskriminasi harga itu? Diskriminasi harga mengarah pada pemakaian harga yang berbeda pada produk atau jasa yang sama, kepada pelanggan atau pemasaran yang utama produsen melakukan diskriminasi harga yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Selain untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, juga untuk mendapatkan pelanggaan tetap. Semakin banyak produsen memiliki pelanggan maka akan semakin besar keuntungan akan diperoleh serta akan mendapat kepercayaan konsumen dengan cara melindungi produknya agar kepercayaan konsumen tetap terjaga. Mengapa produsen melakukan diskriminasi harga? Penjual menggunakan harga berbeda kepada setiap pelanggan tergantung intensitas permintaan. Semakin banyak pelanggan membeli produknya maka akan dikenakan diskon atau pengurangan harga dan bisa juga karena sudah lama berlangganan kepada penjual tersebut. Sehingga muncul rasa kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan produsen. Di bidang jasa, penjual mengenakan harga berbeda pada setiap kelas pembeli. Seperti tingkat terendah,menengah,dan keatas. Jasa yang ditawarkan akan berbeda sesuai dengan sub kelas yang dipilih konsumen. Jika konsumen memilih sub kelas terendah maka akan mendapatkan sedikit kenyamanan,apabila konsumen memilih sub kelas keatas maka akan mendapatkan tingkat kenyamanan yang maksimal. Kapan diskriminasi harga itu sering terjadi? Kebanyakan diskriminasi harga terjadi saat menjelang lebaran. Harga kebutuhan pokok saat menjelang lebaran akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun seperti sebuah tradisi. Kenaikan harga saat lebaran bisa menjadi dua kali lipat atau lebih. Jika terjadi seperti ini pemerintah akan turun tangan untuk menstabilkan harga pasaran. Selain lebaran faktor kelangkaan juga dapat menjadi penyebabnya. Semakin langka suatu kebutuhan maka akan terjadi diskriminasi harga. Karena barang yang merupakan bahan utama suatu usaha bisnis atau apapun yang menjadi kebutuhan sulit di dapat. Dapat juga karna faktor lokasi. Semakin dekat dengan sumbernya maka tidak terlalu banyak keuntungan yang diperoleh,apabila semakin jauh letaknya maka akan memperoleh laba yang besar. Seperti harga sayuran akan lebih murah bila membeli di perkebunan ketimbang di pasar. Contoh siapa saja yang menerapkan diskriminasi harga Pada jasa profesional seperti auditor,dokter,notaris,dan sebagainya akan menerapkan harga yang berbeda-beda kepada kliennya. Mereka menerapkannya sesuai dengan kemampuan konsumennya. Jika orang mampu akan membayar mahal,jika kurang mampu akan dikenakan diskon. Reseller yang membeli barang dengan jumlah besar dan paketan maka akan mendapatkan penurunan harga. Seperti yang sudah di jelaskan pada point B diatas. Produsen akan merasa senang jika konsumen percaya terhadap produknya. PT KAI yang menerapkan harga tiket kereta yang berbeda seperti kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Dengan tarif yang berbeda tersebut kenyamanan yang didapat penumpang akan berbeda pula. Pada sub kelas ekonomi, akan memberikan sedikit kenyamanan. Seperti tempat duduk yang saling berhadapan serta sempit dan AC. Pada sub kelas bisnis, akan memberikan kenyamanan yang lumayan. Seperti tempat duduk dengan dua kursi tetapi tidak saling berhadapan namun longgar dan AC. Pada sub kelas eksekutif, akan memberikan kenyamanan yang maksimal, seperti tempat duduk ternyaman,AC,dan juga terdapat televisi disetiap gerbong kereta api. Harga tiket menonton di bioskop akan berbeda di hari biasa daripada saat weekend. Dengan tujuan agar mendapat keuntungan yang lebih besar dari hari biasanya. Harga barang yang dibeli dari pabriknya langsung akan lebih murah ketimbang yang sudah dipasarkan ke toko-toko atau swalayan. Bagaimana diskriminasi harga diterapkan? Diskriminasi harga dapat terjadi bila diawali dua hal sebagai berikut Para penjual mengetahui perbedaan harga dan dapat menggolongkan pembeli ke dalam kelompok berdasarkan elastisitas yang berbeda-beda. Ada konsumen tingkat pertama,kedua,serta pertama seperti grosiran,tingkat kedua reseller,tingkat ketika seperti warung-warung kecil. Pembelian yang mempunyai elastisitas permintaan yang berbeda-beda. Seperti yang sudah dijelaskan pada point B, semakin banyak pelanggan membeli produknya maka akan dikenakan diskon atau pengurangan harga. Jika konsumen hanya membeli sebagian kecil dari produknya maka tidak akan terjadi pengurangan harga atau diskon. Kesimpulan Secara keseluruhan, model diskriminasi harga memberi perluasan dan perspektif realistis dari harga jasa dengan mempertimbangkan fakor lingkungan eksternal, faktor internal dan sensitivitas konsumen. Hasil berbagai faktor yang dilakukan oleh para ahli, konsumen, dan manajer diharapkan dapat membantu mengidentifikasi dimensi jasa dengan tingkat karakteristik kontribusi, tinggi atau rendahnya terhadap faktor diskriminasi harga. Sehingga akan membantu manajer untuk memperbaiki kekurangan terhadap jasa yang ditawarkan. Hasil gabungan dari dimensi didasarkan pada skor untuk masing-masing variabel yang akan membuat manajer mampu untuk membangun strategi pemasaran secara umum dan secara khusus membangun strategi penetapan harga yang sesuai.
dampak positif dan negatif diskriminasi harga