gelar lulusan stpi curug

Padatanggal 1 JUni 1952, Akademi Penerbangan Indonesia (API) didirikan tepatnya di Gempol, Kemayoran Jakarta. Lalu pada tahun 1954 API dipindahkan ke Curug-Tangerang. Mengalami banyak perubahan nama, akhirnya pada tahun 2019, API yang berubah jadi LPPU, PLP dan STPI secara resmi berubah nama menjadi Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI). AriefM Edie Ka Biro Hukum dan Kerjasama IPDN, Perwira Upacara Pada Pelantikan Pamong Praja Muda luLusan IPDN 2022 02/08/2022 02/08/2022 oleh redaksi Dr Arief M Edie, mantan Dir Pol PP Linmas Kemendagri mendapat kepercayaan sebagai Perwira Upacara Pada Pelantikan Pamong Praja Muda luLusan IPDN th 2022, di Istana Wakil Presiden RI. 1 Ikuti Persyaratan dan Sempurnakan Keterampilan Ilmu Data. Menjadi Data Scientist tanpa gelar membutuhkan investasi waktu yang signifikan, dan mendapatkan keunggulan kompetitif melalui proyek portofolio atau sertifikasi dapat memakan waktu lebih lama. Tetapi jika Sahabat DQ bersedia untuk bekerja, itu dapat mengarah pada karier yang bermanfaat. TujuanSTPI Curug. STPI Curug mempunyai tujuan untuk membentuk manusia penerbangan Indonesia yang memepunyai keahlian dan terampil dalam bidangnya , mempunyai sikap Lima Citra Manusia Perhubunga, mempunyai jiwa korsa yang tinggi, berbudi pekerti, mempunyai kesadaran bertanggung jawab di dalam pengembangan dunia penerbangan dan juga mewujudkan keselamatan penerbangan serta siap untuk memangku jabatan negara dan jabatan di dalam organisasi. Jawaban Untuk program pola pembibitan mendapat PPL,CPL,IR,ME,FIC,GIC, dan ATPL Ground. (jika tidak ada perubahan). Sekaligus mendapat gelar Sarjana sains ilmu terapan karena D4 Dan untuk program mandiri atau non diploma yang didapat PPL,CPL,IR, dan ME. Site De Rencontre Femme Marocaine Gratuit. - Pemerintah berharap Ikatan Alumni Curug dituntut harus dapat mampertahankan dan meningkatkan kontribusi terhadap penerbangan Indonesia. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug telah banyak mencetak lulusan. Alumni STPI Curug bekerja di pemerintahan mau pun industri penerbangan. Lulusan STPI Curug bekerja pada bidang teknik dan lalu lintas penerbangan, penerbang, serta manajemen penerbangan. Mereka berkontribusi aktif dan dapat memberikan masukan serta peningkatan baik sumber daya manusia mau pun keamanan."Ikatan Alumni Curug dituntut mampu menjadi pemimpin untuk keselamatan, teknikal, dan komersial dengan kualitas lulusan yang kompetitif. Juga dapat menjadi kebanggaan bangsa dan negara dalam industri penerbangan global," kata Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, saat membuka Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni Curug, Jumat 4/5/2018. Baca Indonesia Pertahankan Tingkat Keselamatan Penerbangan Salah satu tujuan rakernas tersebut yakni mendapatkan gambaran dari para pelaku industri penerbangan, terkait profil lulusan seperti apa yang diharapkan yang sesuai dengan kebutuhan industri aviasi. Sesuai Undang–undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Pemerintah bertanggung jawab atas persiapan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor penerbangan. Dengan tujuan menciptakan SDM yang profesional, kompeten dan memiliki integritas di bidang pesawat udara, transportasi udara, manajemen bandara serta navigasi, keselamatan, dan keamanan mengatakan, saat ini peraturan penerbangan sipil Indonesia telah mengubah referensi dasarnya dari FAA Concept menjadi ICAO Concept. Utamanya, imbuhnya, terkait aeronautical knowledge dan keterampilan, tes bagi stages pilot, commercial pilot, instrument rating, dan airline transport pilot telah mengacu pada ICAO Standards and Recommended Practices ICAO SARPs Annex 1. Baca Performa Navigasi Indonesia dapat Nilai Sangat Baik dari ICAO Namun, pemberlakuan international standards ini tidak akan berdampak positif jika tidak didukung kepatuhan sekolah penerbang untuk selalu memenuhi ketentuan tersebut. Agus meminta sekolah penerbang senantiasa mematuhi regulasi dan meningkatkan kualitas instruktur, silabus, fasilitas pelatihan yang didukung oleh kualitas manajemen yang baik. KURNIASIH BUDI Aktivitas di Bandara Marinda di Kabupaten Raja Ampat, Jumat 4/5/2018. Dengan begitu, institusi itu dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan standar maskapai penerbangan dalam negeri dan asing. "Serta mampu berkiprah di dunia penerbangan internasional baik di kawasan Asia Pasifik mau pun dunia,” ujarnya. Baca Tingkatkan Kualitas SDM Penerbangan Sipil Indonesia Gandeng ICAO Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga tengah melakukan evaluasi untuk menetapkan kerangka pengembangan yang optimal pada penerapan Multicrew Pilot Licence MPL. Evaluasi itusesuai ICAO Annex 1 amendment 175 untuk meningkatkan kompetensi pilot ab initio. Agus berharap dapat memberikan masukan positif dalam pengembangan MPL. KURNIASIH BUDI Aktivitas di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat, Jumat 4/5/2018. Rapat Kerja Nasional 1 Ikatan Alumni Curug juga diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi dan menghimpun potensi dari para alumni agar berkontribusi untuk kemajuan STPI. "Sehingga para alumni dapat ikut andil dalam mengisi pembangunan nasional di bidang penerbangan serta kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya. KEDINASAN STPI – STPI ataubisa disebut juga dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan PTK yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sekolah Kedinasan STPI memiliki tugas dan fungsi mendidik putra-putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia SDM yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang dapat diakui secara nasional maupun internasional. Bisa melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Kedinasan STPI tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Program studi yang di tawarkan oleh Sekolah Kedinasan STPI ada 4 yaitu Penerbangan; Di dalam jurusan ini bertujuan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia SDM perwira penerbang yang mampu bersaing secara global dan professional. Teknik penerbangan; Jurusan teknik penerbangan menerapkan pola belajar mandiri serta pola kerja secara teliti dan mendetail kepada para tarunanya. 2. Jurusan Keselamatan Penerbangan; Jurusan Keselamatan Penerbangan STPI menghasilkan lulusan yang berkompeten, berdedikasi tinggi dan siap menjadi personil penerbangan yang handal dan profesional dalam bidang keselamatan. 3. Jurusan Manajemen Penerbangan. Jurusan Manajemen Penerbangan STPI menghasilkan lulusan yang berkompeten, berdedikasi tinggi dan siap menjadi personil penerbangan yang handal dan profesional dalam bidang manajemen. Baca Juga Mengenai Tata Cara Pendaftaran STPI Mengenal Sejarah Singkat Sekolah Kedinasan STPI Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI – Perjalanan terbentuknya STPI berawal dari Akademi Penerbangan Indonesia API yang mana didirikan tanggal 1 juni 1952 di Gempol, Kemayoran Jakarta. Seiring dengan perkembangan teknologi penerbangan, dan kebutuhan industri penerbangan di Indonesia, Akademi Penerbangan Indonesia API beberapa kali mengalami perubahan baik nama maupun statusnya. Akademi Penerbangan Indonesia API pada tahun 1954 dipindahkan dari Jakarta ke kampusnya yang baru, yaitu di wilayah kecamatan Legok, Tangerang. Akan tetapi pada saat itu lebih dikenal oleh masyarakat sdengan nama penerbangan dengan kampus Curug. Untuk selanjutnya pada tahun 1969, Akademi Penerbangan Indonesia API berubah nama lagi menjadi Lembaga Perhubungan Udara LPPU. Setelah beberapa tahun berlalu, kemudian pada tahun 1978, lembaga pendidikan ini kembali merubah namanya menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP yang mana merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan. Hingga pada akhirnya pada tahun 2000 Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI dan masih bertahan hingga sampai saat ini. Keberadaan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI didasari oleh Keputusan Presiden RI dan Menteri Perhubungan sebagai berikut Keputusan Presiden RI nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah TInggi Penerbangan Menteri Perhubungan nomor 64 tahun 2000 tanggal 21 Agustus 2000 tentang Organisaisi dan tata kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Menteri Perhubungan nomor SK. 29/ tanggal 29 Januari 2001 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Ini Dia Peluang Kerja Lulusan Sekolah Kedinasan STPI Seperti halnya sekolah kedinasan lain, di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI para alumninya juga tidak perlu khawatir akan prospek pekerjaan yang sesuai nantinya. Para alumni dari Sekolah Kedinasan STPI dipastikan dapat bekerja di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ataupun di instansi mitra dan tentunya kemungkinan kecil untuk menganggur. Selama masa pendidikan para taruna di STPI diberikan kemampuan dan bekal ilmu penerbangan yang siap untuk di terapkan di berbagai maskapai penerbangan. Maka dari itu, SDM yang dimiliki oleh para alumni STPI tidak perlu di ragukan, mereka adalah orang-orang profesional dan mau untuk bekerja keras. Pada dasarnya ilmu penerbangan yang didapatkan dari sekolah kedinasan STPI dapat membawa kalian untuk bisa masuk ke beberapa perusahaan di Indonesia. Beberapa perusahaan tersebut mencakup berbagai macam sektor, antara lain Perusahaan maskapai penerbangan;Perusahaan pengelola bandar udara;Perusahaan penyedia layanan lalu lintas udara;Perusahaan Minyak;Dan masih banyak lainnya. Selain itu apabila kalian lulus dari Sekolah Kedinasan STPI ini juga status kalian akan dijamin berubah menjadi seorang PNS Pegawai Negeri Sipil atau ASN Aparatur Sipil Negara. Tentu hal ini sangat menguntungkan, mengingat banyak keuntungan yang bisa kalian dapatkan apabila menjadi seorang PNS, terlebih kalian juga dapat bekerja di salah satu perusahaan besar yang ada di Indonesia. Maka dari itu apabila kalian ingin bekerja di salah satu perusahaan tersebut kalian bisa terlebih dahulu menyelesaikan masa pendidikan di sekolah kedinasan STPI ini. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia – Curug STPI Curug merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia yang didirikan pada tahun 1952. STPI Curug terletak di Kecamatan Legok Kewedanaan Curug Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. STPI Curug memiliki tugas dan fungsi mendidik putra putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang diakui secara nasional maupun internasional. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya STPI Curug memiliki 4 empat jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Penerbang Jurusan Teknik Penerbangan Jurusan Keselamatan Penerbangan Jurusan Manajemen Penerbangan. Setiap jurusan pendidikan terbagi dalam beberapa program studi sesuai dengan minat dan bakat peserta pendidikan dan pelatihan. Bisa dikatakan bahwa STPI merupakan sekolah penerbangan yang paling banyak diminati di Indonesia terbukti dengan banyaknya pendaftar di setiap penerimaan siswa baru. Mengapa? Pertama, sekolah ini berstatus negeri dan bersubsidi, sehingga biayanya rendah dibandingkan dengan pilihan sekolah pilot di Indonesia lainnya. Kedua, jam terbangnya lumayan yaitu 160 jam. Ketiga, fasilitas sekolah yang lengkap meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama, tempat ibadah, pusat olahraga & seni, dll. Program Studi Ada empat jurusan yang terbagi ke dalam beberapa program studi di sekolah pilot ini Penerbang D II Penerbang Sayap Tetap Penerbang Sayap Putar Flight Operation Officer FOO/Operasi Pesawat Udara Teknik penerbangan D III Teknik Pesawat Udara Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara Teknik Listrik Bandar Udara Teknik Mekanikal Bandar Udara Teknik Bangunan dan Landasan Keselamatan penerbangan D III Pemanduan Lalu Lintas Udara Penerangan Aeronautika Komunikasi Penerbangan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Manajemen penerbangan D III Operasi Bandar Udara Administrasi Perhubungan Udara Manajemen Transportasi Udara Syarat Pendaftaran Berikut syarat utamanya Usia min. 17 tahun dan sudah lulus SMA/MA/sederajat Jurusan IPA. Lulusan SMK di bidang teknik mesin, listrik, otomotif, dan elektronika juga bisa mendaftar di sana. Status single belum pernah menikah dan tidak ada rencana menikah selama masa diklat. Tinggi dan berat badan proporsional. Tinggi badan minimal untuk dapat masuk di sekolah pilot ini adalah 170 cm untuk pria dan 165 cm untuk wanita. Berat badan kandidat harus proporsional dan sesuai dengan tinggi badan. Sehat fisik dan mental. Aspek kesehatan menjadi hal utama yang akan sangat menentukan apakah Anda bisa masuk sekolah ini atau tidak. Mata, urin, dan gigi termasuk ke dalam hal utama yang akan diperiksa. Kandidat juga tidak memiliki gangguan mental dan jiwa. Tahapan Seleksi Berikut tahapan seleksi untuk masuk STPI Seleksi administrasi TPA Tes Potensi Akademik Tes Kesehatan I Tes Kesemaptaan Psikotes Wawancara Tes Kesehatan II Tes bakat terbang Masih membutuhkan informasi seputar STPI Curug? Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kantor STPI Curug di 021 5982204. Sekoalah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug STPI Curug merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. STPI Curug memiliki tugas dan fungsi mendidik putra-putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang diakui secara nasional maupun internasional. Sejarah Singkat Sejak berdirinya pada tahun 1952 sampai saat ini Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI telah mengalami beberapa kali perubahan nama dan statusnya. Nama yang pertama kali adalah Akademi Penerbangan Indonesia API yang didirikan pada 1 Juni 1952 di Gempol. Kemayoran–Jakarta. Kemudian pada tahun 1954 API pindah ke komplek Sekolah Tinggi Penerbangan Curug, Tangerang, Banten. Peresmiannya oleh Menteri Perhubungan Rl Ir H. rangka program Pembangunan Lima Tahun PELITA. Pada tahun 1969 API berubah menjadi Lembaga Pendidikan dan Penerbangan Udara LPPU dan berada di bawah Direktorat Jenderal Udara dan Pelatihan Perhubungan. Setelah adanya UU No. 44 dan 45 tahun 1975 maka LPPU dibagi menjadi dua instansi yaitu Pusat Pendidikan Perhubungan Udara PUSDIKLAT serta Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP yang berada di bawah tanggungjawab Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan. Berdasarkan Surat Keputusan Menten Perhubungan Nomor KM. 50/OT/Phb-1978, salah satu unit kerja PLP yang menangani Bandar udara lepas dan berdiri sendiri dan menjadi Bandar Udara Budiarto yang berada di bawah kantor wilayah Departemen Perhubungan propinsi Jawa Barat. Nama Bandar Udara Budiarto diambil dari nama Direktur API yang ke 4 yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang Fokker 27 di Filipina tahun 1967. Program pendidikan yang dilaksanakan PLP sampai dengan tahun 1980 adalah program non diploma dengan kurikulum yang mengacu pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ICAO. Pada tahun 1981 PLP berstatus perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan program diploma dua untuk diklat awal dan diploma tiga untuk diklat lanjutan. Berdasarkan UU No 289 dan PP No 30/90 PLP diharuskan menyesuaikan statusnya menjadi salah satu perguruan tinggi yaitu Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, atau Politeknik. Melalui perjuangan yang cukup keras dengan dibantu oleh konsorsiurn dari Institut Teknologi Bandung ITB, pada tanggal 10 Maret 2000 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2000 tentang Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI yang menyatakan bahwa STPI adalah Perguruan Tinggi Kedinasan dilingkungan Departemen Perhubungan yang mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan profesional dibidang penerbangan. Tindak lanjut dari Kepres No. 43 tahun 2000 tersebut telah diterbitkan keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 64 tahun 2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, dan Keputusan Menteri Perhubungan No. tentang Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Sejak saat itu STPI berhak menyelenggarakan program pendidikan setingkat Sarjana yaitu sampai Diploma IV, dan lulusan Diploma IV berhak menyandang gelar Sarjana Sains Terapan Status Sekolah dan Biaya STPI merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementrian Perhubungan yang berstatus non ikatan dinas. Jadi biaya perkuliahan sepenuhnya ditanggung oleh mahasiswa itu sendiri. Biaya pendidikan sekolah pilot di STPI Curug relatif murah, berkisar Rp 45 juta untuk progam pendidikan Diploma II, karena biaya bahan bakar dan perawatan pesawat sudah di tanggung oleh pemerintah. Progam Pendidikan Progam studi yang ada di STPI, di antaranya 1. Jurusan Penerbangan STPI Curug mendidik dan melatih Taruna menjadi Penerbang berkualifikasi Commercial Pilot Licence CPL, Multy Engine ME dan Instrument Rating IR. Terdiri dari 3 Program Studi a. Program Studi Penerbang Sayap Tetap b. Program Studi Penerbang Sayap Putar c. Program Studi Flight Operation Officer FOO/Operasi Pesawat Udara 2. Jurusan Teknik Penerbangan Mendidik dan melatih calon Teknisi pesawat udara, telekomunikasi dan navigasi udara, listrik dan mekanikal bandar udara serta teknisi bangunan dan landasan. Terdiri dari program studi a. Program Studi Teknik Pesawat Udara b. Program Studi Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara c. Program Studi Teknik Listrik Bandar Udara d. Program Studi Teknik Mekanikal Bandar Udara e. Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan 3. Jurusan Keselamatan Penerbangan Menyelenggarakan diklat dengan tujuan peserta didik mempunyai ketrampilan dan pengetahuan di bidang keselamatan penerbangan. Terdiri dari 4 program studi, yaitu a. Program Studi Pemanduan Lalu Lintas Udara b. Program Studi Penerangan Aeronautika c. Program Studi Komunikasi Penerbangan d. Program Studi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan 4. Jurusan Manajemen Penerbangan Menyelenggarakan diklat dibidang operasi dan administrasi penerbangan. Mempunyai 3 program studi a. Program Studi Operasi Bandar Udara b. Program Studi Administrasi Perhubungan Udara c. Program Studi Manajemen Transportasi Udara Syarat Pendaftaran Warga Negara Indonesia berumur tidak lebih dari 23 tahun pada tanggal yang sudah di tentukan oleh panitia Jenis Kelamin Pria atau Wanita; untuk program studi PKP Pria Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan. Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak cacat tubuh, tidak berkacamata tanpa alatbantu penglihatan , tidak memakai kawat gigi dan tidak buta warna. Tinggi badan minimal Pria 163 cm dan Wanita 155 cm, Pendidikan Penerbang pria 167 cm dan Wanita 165 cm. Sanggup mentaati dan mematuhi semua peraturan yang berlaku selama dalam pendidikan. Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur masuk ke STPI hanya dengan pendaftaran umum dan melakukan tes , tes berupa tes potensi akademik, seleksi kesemaptaan, wawancara, psikologi, dan kesehatan untuk menentukan masuk atau tidaknya calon taruna yang akan mendaftar. Tahapan seleksi untuk studi non-penerbangan berbeda dengan studi penerbangan. Perbedaannya untuk progam studi penerbangan harus melalui tes bakat terbang, sedangkan progam non-penerbangan tidak perlu melalui tes tersebut. STPI – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug merupakan sebuah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah badan Kementrian Perhubungan Indonesia. STPI Curug terletak di Kecamatan Curug Tangeran, Provinsi Banten. STPI Curug mempunyai tugas dan juga fungsi untuk mengembangkan dan mendidik putra – putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi Sumber Daya Manusia / SDM yang mempunyai keahlian dan ketrampilan di dalam bidang penerbangan yang di akui secara nasional ataupun Internasional. Sejarah Singkat STPI Curug – sekolah tinggi Penerbangan ini pertama kali di dirikan di Jakrta tepatnya berada di daerah Gempol-Kemyoran pada tahun 1952. Pada awalnya nama nya bukan STPI Curug akan tetapi Akademi Penerbangan Indonesia API dan merubah namanya menjadi Lembaga Perubungan Udara LPPU. Lalu tepatnya pada tahun 1978, lembaga pendidikan ini merubah namanya menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan. Lalu tepatnya pada tahun 2000 PLP kembali merubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI, nama tersebut hingga saat ini masih di pakai berdasarkan keptusan Presiden RI dan Menteri Perhubungan dengan rincian sebagai berikut Sesuai dengan keputusan Presiden RI Nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah Tinggi Penerbangan IndonesiaKeputusan Menteri Perhubungan nomor 64 tahun 2000 tanggal 21 Agustus 2000 tentang Organisasi dan tata kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Menteri Perhubungan no pada tanggal 29 Januari tahun 2001 tentang Statuta Sekolah tinggi Penerbangan Indonesia. Mengenal 4 Program Studi STPI Curug Program Studi Pemandu Lalu Lintas Udara PLLUProgram Studi Aeronautika PAKomunikasi Penerbangan KPPertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran PKPPK Mengenal Misi, Visi, Tujuan Program Studi STPI Curug Visi STPI Curug Menghasilkan lulusan yang diakui kemampuanya baik nasional dan internatsional guna menuju pusat keunggulan Centre of Exellence yang mempunayi standar Internasional Misi STPI Curug Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapaan pada bidang penerbangan di dalam rangka untuk mencerdaskan bangsa dan juga menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang mempunyai iman dan juga taqwa, berkualitas internasional, mampu bersaing, serta mandiri dan profesional. Tujuan STPI Curug STPI Curug mempunyai tujuan untuk membentuk manusia penerbangan Indonesia yang memepunyai keahlian dan terampil dalam bidangnya , mempunyai sikap Lima Citra Manusia Perhubunga, mempunyai jiwa korsa yang tinggi, berbudi pekerti, mempunyai kesadaran bertanggung jawab di dalam pengembangan dunia penerbangan dan juga mewujudkan keselamatan penerbangan serta siap untuk memangku jabatan negara dan jabatan di dalam organisasi. Persyaratan Masuk STPI CURUG 2020 Pendaftar merupakan asli Warga Negara IndonesiaPendaftar mempunyai usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada masa pendaftaran , khusus untuk Program D-II PKB STTD minimal 17 tahunD-III LLU minimal 18 tahunD-IV LLU minimal 17 tahunPersyaratan nilai yang bukan merupakan hasil pembulatan, berikut persyaratanya Untuk ijazah tahun 2019 dan sebelumnya, harus mempunyai nilai rata – rata ujian tertulis pada ijazah tidak kurang dari dari sekala 1-10 / dari sekala 10-100Untuk para calon lulusan harus mempunyai nilai rata – rata rapor yang kompten pada 5 semester dengan minimal tidak kurang dari dari sekala 1-10 / dari sekala 10-100Pendaftar pira harus mempunyai tinggi bada minimal 160Cm dan untuk wanita 155cm, khusus untuk Program Studi D-III PKP minimal 165cmProgram Studi D-IV Penerbangan pria minimal 165 cm dan wanita minimal Studi D-III OBU pria minimal 165 cm dan untuk wanita 160cmPara pendaftar memiliki berat badan yang ideal dan tidak mempunyai cacat fisik / HIV AIDS serta terbebas dari Taruna tidak mempunyai tato dan bekas tato serta tindik dan bekas tindik pada bagian telinganya kecuali yang di sebabkan oleh suatu ketentuan agama/ Taruni tidak mempunyai tato/bekas tato dan tidak bertindik ada anggota badan lainya selain telinga. Tidak boleh bertindik di telinga lebih dari 1 pasang Telinga kiri/Kanan Pendaftar tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana di karenakan melakukan sebuah tindak mempunya kesehatan mata yang normal, dapat melihat dengan tajam dan tidak mengalami buta belum pernah di berhentikan sebagai Taruna/Taruni baik di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan atau di perguruan tinggi lainyaPendaftar bersedia untuk mentaati segala jenis peraturan yang ada pada Pola PembibitanBersedia di berhentikan dengan tidak hormat ketika melakukan tindak kriminal, baik dalam bentuk tidak kriminal akan di nyatakan gugur ketika terbukti memalsukan identitas/dokumenPendaftar harus bersedia untuk menandatangai Surat Pernyataan Calon Taruna/Taruni dengan materai 6000 RupiahPendaftar Program Studi STTD bersedia untuk mengikuti pendidikan di kampus yang sudah di tentukan oleh STTD dan dengan program mepunyai Surat elektronik atau Email yang Aktif Biaya Pendidikan Penerbang Sayap Tetap

gelar lulusan stpi curug